Resource:   E-Libray    E-learning    Penjaminan Mutu    Keperawatan    ARS    Siakad     PMB    News

    Pelatihan BTCLS bagi Mahasiswa Program Studi Keperawatan STIKes RS Prof. Dr. J. A. Latumeten Oleh Medstar Emergency

    Pelatihan BTCLS bagi Mahasiswa Program Studi Keperawatan STIKes RS Prof. Dr. J. A. Latumeten Oleh Medstar Emergency

     

    Ambon, 26 Juli - 1 Agustus 2026 – Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan mahasiswa dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan, Program Studi Keperawatan STIKes RS Prof. Dr. J. A. Latumeten menyelenggarakan Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) bekerja sama dengan Medstar Emergency. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Keperawatan sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan, baik di lingkungan pelayanan kesehatan maupun di masyarakat.

    Pelatihan BTCLS merupakan kegiatan pembelajaran yang memberikan pemahaman dan keterampilan dasar kepada peserta dalam melakukan penanganan awal terhadap pasien dengan kondisi trauma maupun kegawatdaruratan kardiovaskular. Kompetensi tersebut menjadi salah satu kemampuan penting bagi mahasiswa keperawatan karena tenaga keperawatan memiliki peran strategis dalam melakukan pengkajian awal, memberikan pertolongan segera, melakukan tindakan bantuan hidup dasar, serta berkoordinasi dengan tim kesehatan dalam penanganan pasien gawat darurat.

    Kegiatan yang dilaksanakan oleh Medstar Emergency mengombinasikan penyampaian materi dengan praktik dan simulasi sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan kegawatdaruratan secara langsung. Materi pelatihan diarahkan pada pengenalan kondisi kegawatdaruratan, penilaian awal pasien, prinsip keselamatan penolong dan pasien, bantuan hidup dasar, penanganan henti jantung, penanganan trauma, serta tindakan awal pada kondisi yang membutuhkan pertolongan segera.

    Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendapatkan pengalaman melalui berbagai skenario simulasi kegawatdaruratan. Peserta dilatih untuk mampu melakukan penilaian kondisi pasien secara sistematis, menentukan prioritas tindakan, memberikan pertolongan sesuai prosedur, serta melakukan komunikasi dan koordinasi secara efektif dengan anggota tim. Metode simulasi menjadi bagian penting dalam kegiatan karena mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, ketepatan pengambilan keputusan, keterampilan teknis, serta kesiapan menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat.

    Keterlibatan instruktur dari Medstar Emergency memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih aplikatif bagi mahasiswa. Instruktur memberikan demonstrasi tindakan, kemudian mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung dengan pendampingan. Setiap tindakan yang dilakukan mendapatkan evaluasi dan umpan balik sehingga mahasiswa dapat mengetahui kekurangan serta memperbaiki keterampilan yang telah dipraktikkan.

    Selain meningkatkan keterampilan teknis, pelatihan ini juga menanamkan pentingnya sikap profesional dalam menghadapi pasien gawat darurat. Mahasiswa diarahkan untuk tetap tenang, cepat, tepat, dan terorganisasi ketika menghadapi kondisi kritis. Kemampuan komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan dalam situasi kegawatdaruratan, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pelatihan.

    Bagi Program Studi Keperawatan STIKes RS Prof. Dr. J. A. Latumeten, pelaksanaan pelatihan BTCLS menjadi salah satu bentuk komitmen dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja dan pelayanan kesehatan. Kompetensi kegawatdaruratan merupakan keterampilan yang perlu terus diasah karena mahasiswa keperawatan nantinya akan berhadapan dengan pasien dalam berbagai kondisi klinis, termasuk kondisi yang mengancam keselamatan jiwa.

    Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara institusi pendidikan dan lembaga pelatihan profesional dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan keperawatan. Melalui kerja sama dengan Medstar Emergency, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar dari tenaga yang memiliki pengalaman dalam bidang kegawatdaruratan serta mendapatkan pembelajaran yang lebih dekat dengan situasi nyata di lapangan.

    Antusiasme mahasiswa selama kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan simulasi memiliki nilai penting dalam mendukung proses pembelajaran keperawatan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam menerapkan konsep kegawatdaruratan secara langsung. Pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa ketika nantinya menjalankan praktik klinik maupun memasuki dunia kerja sebagai tenaga keperawatan profesional.

    Dengan terlaksananya Pelatihan BTCLS bersama Medstar Emergency, Program Studi Keperawatan STIKes RS Prof. Dr. J. A. Latumeten berharap mahasiswa semakin siap menghadapi kondisi kegawatdaruratan dan mampu memberikan respons awal yang cepat, tepat, aman, dan sesuai dengan kompetensi keperawatan. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pengembangan kompetensi mahasiswa dan peningkatan kualitas lulusan STIKes RS Prof. Dr. J. A. Latumeten.

    Pelatihan BTCLS bukan hanya menjadi kegiatan pelatihan keterampilan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membentuk calon tenaga keperawatan yang tanggap, kompeten, profesional, dan siap memberikan pelayanan terbaik bagi pasien dalam kondisi kegawatdaruratan.